Gandos
Usaha yang akan kami buat adalah
gandos atau di beberapa daerah di Jawa Tengah dikenal dengan nama “Rangin”.
Bahan pembuatnya terbuat dari tepung ketan dan parutan kelapa serta diberi
sedikit garam sebagai penambah rasa gurih rangin atau gandos. Jika hanya rasa
guruh seperti biasa yang kita rasakan maka kita akan merasa bosan bukan? Untuk
itu kelompok kami datang dengan inovasi gandos baru dari segi rasa. Tak hanya
rasa gurih yang akan mampir dan melekat dilidah anda, namun juga bervariasi
rasa. Tentunya setiap inovasi juga mendatangkan resiko, semakin besar inovasi
yang dilakukan maka semakin besar juga resiko yang akan datang. Sama halnya
dengan gandos yang kami buat.Resiko itu antara lain:
- Resiko yang pertama adalah mengenai harga bahan baku pembuat gandos terutama adalah tepung yang dirasa harganya kurang stabil sehingga kami tidak selalu bisa menentukan besarnya biaya produksi dengan tepat, hal ini juga akan mempengaruhi pengeluaran kami guna biaya produksi. Bagi usaha yang baru merintis, faktor modal tak kalah penting dari faktor lainnya. Karena bagi usaha perintis modal yang memadai adalah salah satu faktor kelangsungan usaha.
- Resiko kedua adalah inovasi yang kami lakukan. Kenapa? Karena mungkin inovasi yang kami lakukan tidak cocok ataupun sesuai dengan lidah orang kebanyakan yang masih perlu penyesuaian terhadap rasa baru yang kami buat.
- Resiko ketiga adalah saat proses produksi, karena kami memproduksi sendiri barang kami, maka kemungkinan kesalahan yang terjadi selama proses produksipun akan cukup tinggi. Misalnya adanya kegosongan atau matang tidak merata pada kue gandos kami sehingga akan merubah rasa ataupun kenikmatan kue yang kami produksi.
- Resiko ke empat adalah karena usaha kami adalah usaha makanan yang cenderung tidak tahan lama dan rasanya akan berubah jika sudah dingin, itulah resiko yang kami hadapi. Walau bisnis makanan menjanjikan feetback yang cukup besar, namun pada kenyataannya iming- iming tersebut juga disertai resiko yang cukup besar pula. Jika makanan tidak habis dalam sehari maka makanan sudah tidah bisa diperjual belikan lagi keesoka harinya.
- Resiko ke lima adalah susahnya mencari cetakan adonan yang sesuai dengan kebutuhan kami. Selain dari segi rasa rencananya kami juga akan membuat inovasi dari segi bentuk agar lebih menarik minat konsumen. Namun yang jadi kendala adalah bentuk dari adonan kue terseebut jarang ditemukan dipasar jikalau ada bahan yang digunakan tidak sesuai atau tidak tahan panas.
- Resiko ke enam adalah kesulitan dalam menentukan harga karena biaya produksi masih sulit untuk di prediksi maka menentukan harga jual masih agak mengalami kendala.
- Resiko ke tujuh adalah gandos dianggap makanan kurang berkelas. Anggapan sebagian besar orang jika memakan gandos akan menurunkan kelas atau level mereka.
- Warna yang hanya putih akan menimbulkan kebosanan pada konsumen karena dianggap terlalu monoton walau rasa sudah berubah namun warna yang masih saja putih akan menimbulkan ekspektasi bahwa rasa gandos tidak akan terlalu jauh atau bahkan sama saja seperti yang sebelumnya.
- Strategi pemasaran yang kurang tepat juga akan mempengaruhi minat beli konsumen.
- Resiko kesulitan dalam pemilihan packaging untuk gandos. Karena sebagian orang yang ingin membawa pulang gandos pasti akan kerepotan jika hanya membawa gandos begitu saja, diperluukan packaging yang tepat dan menarik agar sesuai dengan gandos. Yang jadi permasalahan adalah kesulitan kami dalam menentukan packaging yang tepat dengan gandos selain itu juga harus memperhatikan faktor kesehatannya yaitu memilih packaging yang aman bagi kesehatan.
Itulah sebagian resiko yang dapat
kami jabarkan tentang usaha kami berjualan gandos.